Jaga Estetika Kota, Sat. Pol. PP Kota Bima Tertibkan Ternak Liar dan Lapak PKL Membandel

KOTA BIMA – Satuan Polisi Pamong Praja (Sat. Pol. PP) Kota Bima kembali menggelar operasi penertiban intensif pada Kamis (02/04/2026). Operasi ini menyasar ternak liar yang berkeliaran di fasilitas umum serta penataan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang melanggar aturan estetika kota.

Kegiatan ini dikomandoi langsung oleh Kasi Operasi dan Pengendalian Sat. Pol. PP Kota Bima, Bapak Faisal, SH, didampingi Kasi Kerjasama, Bapak Oka Budiman, S.Pd, serta Komandan Lapangan, Bapak Arifuddin.

Dalam operasi tersebut, tim menyisir sejumlah titik strategis. Fokus utama penertiban PKL dan Ternak Liar  kali ini adalah mengamankan lapak-lapak yang ditinggalkan pemiliknya di bahu jalan atau fasilitas publik setelah aktivitas berjualan selesai. Petugas menegaskan bahwa setiap pedagang wajib membawa pulang peralatan dagangnya demi menjaga kebersihan dan kerapian kota.

Selain penertiban lapak, Regu Operasi berhasil mengamankan beberapa ekor kambing yang kedapatan berkeliaran di area Pasar Amahami dan Kelurahan Sambinae. Ternak-ternak yang terjaring tersebut langsung dievakuasi dan diserahkan ke Kantor Puskeswan Kota Bima untuk di karantina. Sementara Sebagian personel Sat. Pol. PP juga dikerahkan untuk melakukan Pengamanan (PAM) di dua titik vital:

  1. RSUD Baru Kota Bima:Melakukan pencegahan agar tidak ada pelaku usaha atau PKL yang melakukan Penjualan.
  2. Convention Hall Paruga Nae dan Sekitarnya:Penjagaan dilakukan dari pagi hingga sore hari guna memastikan area tersebut steril dari aktivitas perdagangan yang tidak pada tempatnya.

Kasat Pol. PP Kota Bima, Bapak Erwin Rahadi, S.Sos, menyatakan bahwa rangkaian kegiatan ini merupakan agenda rutin untuk menegakkan Peraturan Daerah (PERDA) serta menjaga estetika wajah Kota Bima.

"Kami mengimbau kepada seluruh warga masyarakat Kota Bima agar senantiasa taat hukum. Terutama bagi para PKL, mohon patuhi tata aturan yang berlaku, dan Untuk  pemilik ternak, kami tegaskan agar tidak melepasliar ternaknya. Pastikan ternak masuk kandang agar tidak mengganggu ketertiban umum," ujar Erwin Rahadi.

Kegiatan berlangsung kondusif dan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menciptakan lingkungan kota yang tertib, aman, dan indah.